Aku dan kampungku


 20 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 04 Desember 1999 aku terlahir di kampung ini dan pada saat itu tepat setelah kejadian memilukan yang pernah terjadi di tanah Kalimantan barat khususnya di daerah kabupaten Sambas yaitu kerusuhan antara Melayu dan madura.

nenekku pernah bercerita tentang keadaan pada saat itu dia mengatakan bahwa banyak terjadi pertumpahan darah dan Kakekku termasuk orang yang ikut turun juga pada saat itu sampai kini dirumah nenekku masih ada tersimpan sebuah tombak yang mungkin dulu pernah beliau pakai ketika itu sebenarnya beliau punya 2 bilah tombak yg terbuat dari pohon Nibung yang sebilah nya sudah patah ujung nya tapi yang 1 masih aman cuma ujung nya saja yang karatan,semoga kejadian memilukan seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi dikemudian hari dimanapun itu di Bumi Pertiwi ini.

Di kampung ini pula banyak sudah cerita yang sudah terjadi, sebelumnya perkenalkan nama ku Arda Firdaus aku terlahir dari persilangan antara Sunda dan melayu,ibuku Melayu sambas dan bapakku Sunda bogor dikarenakan aku sejak lahir dan menetap di kampung ini jadi aku tidak tahu berbicara bahasa sunda karena mungkin tidak dibiasa kan dari kecil dan juga lawan bicaraku tidak ada, aku tinggal dengan kakek nenekku orang tua ku kerja di Malaysia, dan kakek nenek ku lah yg membesarkanku yaa bisa dikatakan aku ini anak yang kurang kasih sayang orang tua haha.

Dibelakang rumahku ada sungai Sambas besar disanalah biasa aku dan teman-teman ku berenang kami paling senang ketika momen bulan ramadhan ketika setelah sholat asar kami pun pergi ke sungai untuk berenang sampai mau adzan magrib biasa nya kami baru pulang sampai pucat bibir kami semua biasa nya, dan dulu disini itu banyak sekali lahan lahan kosong jadi kami meminta izin ke pemilik tanah untuk dijadikan lapangan sepak bola ada yang menginginkan dan ada yang tidak karena takut tanah nya rusak.

Di kampung ini pula terdapat sebuah pasar tradisional entah dari tahun berapa pokoknya legendaris lah dan sampai saat ini pasar itu masih ada yaitu pasar sungai baru. Pasar sungai baru dulu itu sangat ramai orang berbondong-bondong pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari aku masih ingat betul dengan kondisi pasar pada saat itu, aku tau karena dulu aku setiap hari pergi ke pasar untuk main PS2 setiap hari dan ketika duitku habis maka aku akan pergi mencari kakekku untuk meminta uang kemudian lanjut main PS lagi, karena kakekku tiap hari pergi kepasar tidak pernah absen kecuali ketika beliau sakit.

Dan semenjak kebakaran melanda pasar sungai baru sekitar 4 tahun yang lalu pada tahun 2016 kini pasar sudah sepi pengunjung banyak pedagang pedagang yang awal nya buka toko di pasar kemudian pindah ke luar pasar untuk membuka toko baru ditambah lagi dengan orang yang jualan menggunakan sepeda motor nya mungkin hal itu lah yang menyebabkan pasar menjadi sepi dikarenakan diluar sudah tersedia semua nya kebutuhan tanpa harus jauh jauh pergi ke pasar, kini hanya tinggal memori lama betapa indah nya pasar sungai baru ketika itu aku rindu akan suasananya dan aku rindu masa kecilku.

Sekian yang dapat aku sampai kan tentang kampungku tercinta ini.

Komentar